FacebookTwitterYoutubeGoogle+
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juli 2014

Tagged under: ,

Operator Perbandingan dan Logika Pada PHP

Operator PHP Perbandingan
Kita sudah melihat bagaimana penggunaan tanda “=” saat kita mengisi variabel dalam skrip yang sudah kita tulis (misalnya $blog=”hexaschool”). Tanda sama dengan tersebut disebut dengan “assignment operator” dan merupakan operator paling sederhana yang sudah kita miliki: $a = b berarti “variabel a diisi dengan nilai b (untuk saat ini)”.

Tetapi anda dapat memperoleh lebih banyak dari PHP dengan apa yang disebut dengan “comparison operator” (operator perbandingan) , “logical operator” (operator logika) dan “arithmetic operator” (operator aritmatika). Berikut adalah operator-operator tersebut diambil dari PHP.net

Operator Perbandingan

Operator ini membuat anda bisa melakukan pembandingan apakah beberapa elemen sama, identik, kurang dari atau lebih besar dari yang lain.

Contoh
Name
Result
$a == $b
Sama dengan
BENAR jika $ a sama dengan $b.
$a === $b
Identik
BENAR jika $a sama dengan $b, dan keduanya memiliki tipe yang sama.
$a != $b
Tidak sama dengan
BENAR jika $a tidak sama dengan $b.
$a <> $b
Tidak sama dengan
BENAR jika $a tidak sama dengan $b.
$a !== $b
Tidak identik
BENAR jika $a tidak sama dengan $b, atau tidak memiliki tipe yang sama.
$a < $b
Kurang dari
BENAR jika $a kurang dari $b.
$a > $b
Lebih besar dari
BENAR jika $a lebih besar dari $b.
$a <= $b
Kurang dari atau sama dengan
BENAR jika $a kurang dari atau sama dengan $b.
$a >= $b
Lebih besar dari atau sama dengan
BENAR jika $a lebih besar dari atau sama dengan $b.

Operator Logika

Di sini anda dapat membandingkan elemen-elemen menggunakan pembandingan logika and dan or.

Contoh
Nama
Hasil
$a and $b
And
BENAR jika baik $a dan $b keduanya BENAR.
$a or $b
Or
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR.
$a xor $b
Xor
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR, tetapi tidak keduanya.
! $a
Not
BENAR jika $a tidak BENAR.
$a && $b
And
BENAR jika baik $a dan $b keduanya BENAR.
$a || $b
Or
BENAR jika salah satu dari $a atau $b BENAR.

Operator Aritmatika

Persis seperti namanya, operator ini melakukan matematika dasar (artinya, kalau anda menginginkan operasi matematika lainnya misalnya integral atau differensial ya harus bikin sendiri, lagian siapa yang mau pake ya?)

Contoh
Nama
Hasil
$a + $b
Penjumlahan
Jumlah $a dan $b.
$a – $b
Pengurangan
Selisih $a dan $b.
$a * $b
Perkalian
Perkalian $a dan $b.
$a / $b
Pembagian
Pembagian $a dan $b.
$a % $b
Modulus
Sisa $a dibagi $b.
Tagged under: ,

Variabel Pada PHP

PHP Variabel
Pernah gak sih kalian belajar Matematika? sebagai anak yang berpendidikan dan terpelajar seperti kalian pasti pernah mempelajarinya, nah... Dalam matematika juga terdapat Variabel kan? Ternyata... di PHP juga ada yang namanya Variabel loh...

variabel ini akan digunakan untuk menampung satu atau beberapa nilai (bagi yang udah jago, skip aja nih paragraf). Dengan kata lain, variabel ini adalah tempat yang digunakan oleh PHP untuk menyimpan informasi dan meneruskannya ke berbagai tempat.

Variabel ini bisa diteruskan ke dokumen lain, fungsi dan sebagainya.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya coba gunakan pendekatan yang mudah-mudahan lebih baik. Anda tentu masih bisa mengingat persamaan sederhana ini  “ x+3=7”.
Dalam persamaan tersebut, x adalah variabel, dan dengan sangat mudah, Anda  bisa mengetahui bahwa isi variabel x adalah nilai 4.

Persis sama…variabel dalam PHP kira-kira berfungsi seperti itu, menampung sebuah nilai, dengan sedikit penambahan kemampuan yaitu variabel dalam PHP dapat kita gunakan lagi dalam file atau fungsi lain. Jangan khawatir, anda akan merasa lebih jelas setelah mempelajari contoh yang akan saya sampaikan di bawah nanti.

Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP adalah karena pada saat Anda membuat halaman web dinamis (halaman yang dapat merespon input dari user) maka anda akan bergantung pada data yang dikirimkan antara halaman web. Pada saat itulah Anda harus menggunakan variabel. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data seperti ini.

Yang kalian dapat lakukan dengan Variabel :
  • Menyimpan nilai dengan memberi nilai pada mereka. Kadang disebut juga dengan istilah inisialisasi variabel;
  • Mengubah nilai dalam variabel, tentu saja jika sudah di isi sebelumnya;
  • Mengakses variabel (artinya anda bisa membaca nilai dari variabel itu dan melakukan hal yang diperlukan terhadap mereka)

Baiklah, setelah anda mengetahui tentang apa saja yang bisa anda lakukan dengan variabel, mari kita pelajari lebih dalam dengan menggunakan contoh.

Pertama, anda perlu mengetahui bahwa variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (“$”). Dalam kode di bawah ini , kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate isinya untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat diubah kapanpun kita mau.
Mari kita perhatikan script pendek berikut ini. Jangan khawatir, Saya akan coba jelaskan secara detil apa yang terjadi pada masing-masing baris.

<?php
$isi_variabel = "Ini isi awal variabel!";
echo ("Menampilkan isi variabel awal : $isi_variabel");
echo ("<p>");
$isi_variabel = "Ini isi Variabel setelah diupdate!";
echo ("Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel");
?>

Hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut:

Menampilkan isi variabel awal : Ini isi awal variabel!
Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!

Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut.
Pada baris kedua, saya memutuskan untuk membuat variabel yang bernama “isi_variabel”. Ingat, semua variabel dimulai dengan tanda dolar, sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi “$isi_variabel”. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing baris.

Baris 1 memberitahu browser bahwa : “Kode PHP mulai di sini”.

Baris 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini isi awal variabel!”.

Baris 3 tampilkan kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel dan sekaligus menampilkan nilai dari $isi_variabel

Baris 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk membuat paragraf baru.

Baris 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel setelah diupdate!”.

Baris 6 tampilkan kalimat pengantara kedua dan nilai untuk isi variabel $isi_variabel yang baru.

Baris 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.

Dalam variabel di PHP ini tidak menerima tanda kutip double
Contoh :

echo (" "Ini contoh" ");

Tapi bagaimana jika ingin memasukkan tanda kutip kedalam project PHP kita? Kita hanya tinggal menambahkan tanda "\" sebelum tanda kutip yang kita inginkan.
Contoh :

echo (" \"Saya bersama tanda kutip :p\" ");

Oke saya kira segitu dulu... Sampai jumpa kembali...
Tagged under: ,

Penulisan Kode PHP

Penulisan Kode PHP
Masih ingat saat belajar PHP sebelumnya kan? Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML. Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini  adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Belajar bersama di Hexa School xD”) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya.

Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut. Perhatikan contoh aturan penulisan kode PHP ini :

<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>
<body>
<font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>
<p>
<?php
echo("Belajar bersama di Hexa School xD");
?>
</p>
</body>
</html>

Tapi jika contoh diatas disimpan dengan ekstensi file HTML maka yang terjadi adalah Kode yang di tuliskan dalam tag <?php tidak akan muncul

Simulasi :



Dan jika file diatas disimpan dengan ekstensi .php maka tulisan yang tampak akan seperti dibawah ini :

PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:
Belajar bersama di Hexa School xD

Kurang lebih seperti itu...

Komentar PHP

Dalam menulis kode PHP untuk tutorial ataupun untuk Belajar pasti kurang jelas jika tidak diberi penjelasan sebelumnya. Nah... di PHP ini kita bisa memberikan komentar dalam kode/project PHP yang kita buat dengan menyisipkan komentar kedalam /* dan */ atau //
Sebagai contoh :


<?php
//Ini tidak akan
//Ditampilkan kedalam
//Kode PHP yang kita buat
echo ("Belajar bersama di Hexa School xD");
/* Tulisan ini juga tidak dihiraukan
sampai muncul kode
penutup komentar --> */
?>

Sudah faham bukan? Terimakasih dan Sampai jumpa :*

Jumat, 04 Juli 2014

Tagged under: ,

CSS Dasar

CSS Dasar
 Pada kali ini saya akan mengajarkan CSS Dasar, Bagi yang belum kenalan sama CSS silahkan kenalan Disini, Ada pepatah berkata "Tak kenal maka tak sayang" jadi yang belom kenal yo kenalan dulu :p

CSS atau Cascading Stylesheet diawali dengan <style type="text/css"> agar bisa masuk di HTML, dan ditutup dengan </style>

Ada banyak kode" CSS yang perlu dihafal diluar kepala agar mudah saat kita sedang coding.

Berikut contoh beberapa CSS dasar :

Body CSS

CSS pada body berguna untuk memodifikasi tampilan <body> pada HTML
Kode CSS dasar-nya sebagai berikut :

<style type="text/css">
body {
background:#FFFFFF;
}
</style>

dengan CSS diatas saya men-setting Background pada <body> adalah warna Putih ( #FFFFFF )

Link CSS

CSS pada link berguna untuk memodifikasi tampilan link yang kita tulis di Blog/website. Yang kita edit adalah tag a ( <a href=""></a> )
Kode CSS dasar-nya sebagai berikut :

<style type="text/css">
a:link {
color:#000000;
text-decoration:none;
} 
a:visited {
color:#FF0000;
text-decoration:none;
}
a:hover {
color:#0000FF;
text-decoration:none;
}
</style> 

dengan CSS diatas saya men-setting Link dengan warna hitam ( #000000 ), Link Visited dengan warna merah ( #FF0000 ), Link Hover dengan warna Biru ( #0000FF )

CSS diatas akan menghasilkan : Seperti Ini
Tagged under: ,

HTML Dasar

HTML Dasar
Bagi yang belum tau Apa sih itu HTML? bisa dibaca artikel saya sebelumnya Disini.
Pada dasar-nya HTML terdiri atas Struktur dibawah ini

<!DOCTYPE html>
<HTML>
<head>
<meta charset="utf-8" />
<title>Hexa School</title>
</head>

<body>
</body>
</HTML>

Dengan penjelasan :
- DOCTYPE : suatu deklerasi yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis dokumen HTML yang digunakan sehingga browser dapat menentukan bagaimana memperlakukan kode tersebut.

- HTML : Doctype yang digunakan

- Head : Berisi kode" yang tidak ditampilkan di Halaman Muka, tapi terlihat pada Source Code ( Biasanya berisi Tag Meta, CSS, dan JavaScript ) dan diakhiri oleh Tag </head>

- Title : Berisi judul website atau blog ( Jika untuk blog biasanya menggunakan Tag Kondisional )

- Body : Kumpulan kode yang akan ditampilkan dihalaman Muka website atau Blog anda dan diakhiri oleh Tag </body>

Setiap CMS berbeda penulisan Struktur HTML-nya Seperti Blogger, Wordpress, Joomla, ataupun Drupal. Jadi jika kode HTML yang dituliskan rusak berarti ada kesalahan atau tidak disupport oleh CMS Tersebut.

Oke... sekian dulu tentang Penjelasan HMTL Dasar, Semoga bermanfaat ^_^

notifikasi
close